CRM berbasis cloud vs on-premise adalah perbandingan penting dalam pengelolaan data perusahaan. Dua pendekatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dengan seksama.
Perbedaan antara CRM berbasis cloud dan on-premise

CRM (Customer Relationship Management) adalah strategi bisnis yang berfokus pada hubungan antara perusahaan dengan pelanggan. Implementasi CRM dapat dilakukan dengan menggunakan model berbasis cloud atau on-premise.
Perbedaan Implementasi CRM Berbasis Cloud dan On-Premise
Implementasi CRM berbasis cloud mengacu pada penggunaan layanan CRM yang di-host dan diakses melalui internet. Sedangkan implementasi on-premise melibatkan instalasi perangkat lunak CRM pada server lokal perusahaan.
Kelebihan dan Kekurangan CRM Berbasis Cloud
- Kelebihan: Aksesibilitas yang mudah, biaya implementasi rendah, pembaruan perangkat lunak otomatis, dan skalabilitas yang fleksibel.
- Kekurangan: Ketergantungan pada koneksi internet, kekhawatiran keamanan data, dan keterbatasan kontrol penuh atas sistem.
Kelebihan dan Kekurangan CRM Berbasis On-Premise
- Kelebihan: Kontrol penuh atas sistem, keamanan data yang lebih mudah dipantau, dan kustomisasi yang lebih fleksibel.
- Kekurangan: Biaya implementasi yang tinggi, pembaruan perangkat lunak yang memerlukan waktu, dan skalabilitas yang terbatas.
CRM Berbasis Cloud | CRM Berbasis On-Premise | |
---|---|---|
Biaya Implementasi | Rendah | Tinggi |
Keamanan Data | Khawatir | Mudah Dipantau |
Kontrol Sistem | Terbatas | Penuh |
Skalabilitas | Fleksibel | Terbatas |
Keamanan data pada CRM cloud vs on-premise

Keamanan data merupakan salah satu faktor terpenting yang perlu dipertimbangkan dalam implementasi CRM, baik berbasis cloud maupun on-premise.
Perbedaan Tingkat Keamanan Data
CRM berbasis cloud cenderung memiliki tingkat keamanan yang lebih rendah daripada CRM on-premise. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa data dalam CRM cloud disimpan di server pihak ketiga yang rentan terhadap serangan cyber. Sementara itu, CRM on-premise memberikan kontrol penuh kepada perusahaan atas data mereka, sehingga keamanan data lebih terjamin.
Faktor-faktor Keamanan yang Perlu Dipertimbangkan
- Lokasi penyimpanan data: Pada CRM cloud, data disimpan di server pihak ketiga yang mungkin berada di negara lain dengan regulasi keamanan data yang berbeda. Sedangkan pada CRM on-premise, perusahaan memiliki kendali penuh terhadap lokasi penyimpanan data.
- Enkripsi data: CRM cloud umumnya menyediakan enkripsi data end-to-end untuk melindungi informasi sensitif. Namun, pada CRM on-premise, perusahaan dapat menyesuaikan kebijakan enkripsi sesuai kebutuhan mereka.
- Keamanan jaringan: CRM cloud harus diproteksi dari serangan jaringan melalui firewall dan pengamanan lainnya. Di sisi lain, CRM on-premise memungkinkan perusahaan untuk mengontrol sendiri keamanan jaringan mereka.
- Keamanan fisik: CRM on-premise memberikan keamanan fisik langsung terhadap server dan data perusahaan, sementara pada CRM cloud, keamanan fisik diserahkan kepada penyedia layanan.
Integrasi dengan sistem lain: CRM Berbasis Cloud Vs On-premise
Integrasi dengan sistem lain merupakan hal penting dalam implementasi CRM berbasis cloud maupun on-premise. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan CRM dengan sistem lainnya guna meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan kepada pelanggan.
Jika kita melihat integrasi CRM berbasis cloud, biasanya sudah dilengkapi dengan berbagai fitur API yang memudahkan integrasi dengan aplikasi bisnis lainnya seperti ERP, e-commerce, atau social media platforms. Proses integrasi biasanya lebih cepat dan mudah dilakukan karena tidak memerlukan instalasi perangkat keras tambahan.
Tantangan yang Mungkin Muncul
- Kompatibilitas antara sistem yang berbeda dapat menjadi tantangan utama dalam proses integrasi. Perlu dilakukan uji coba menyeluruh untuk memastikan keterhubungan antar sistem berjalan lancar.
- Keamanan data juga menjadi perhatian utama dalam integrasi CRM dengan sistem lain, terutama dalam mengelola akses data antar platform yang berbeda.
- Biaya integrasi juga perlu dipertimbangkan, karena terkadang membutuhkan investasi tambahan untuk menghubungkan CRM dengan sistem lain.
Rancang Strategi Integrasi yang Efektif, CRM berbasis cloud vs on-premise
Untuk mengatasi tantangan yang mungkin muncul, perusahaan perlu merancang strategi integrasi yang efektif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Identifikasi kebutuhan integrasi dengan jelas dan tentukan tujuan yang ingin dicapai melalui integrasi tersebut.
- Pilih platform integrasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan pastikan kompatibilitasnya dengan CRM yang digunakan.
- Libatkan tim IT yang kompeten dalam proses integrasi dan pastikan mereka terus memantau kinerja integrasi secara berkala.
- Lakukan uji coba menyeluruh sebelum implementasi penuh untuk memastikan integrasi berjalan dengan baik tanpa gangguan.
- Perhatikan keamanan data selama proses integrasi dan pastikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data yang berlaku.
Biaya Implementasi dan Total Cost of Ownership

Implementasi CRM baik berbasis cloud maupun on-premise melibatkan biaya awal dan total cost of ownership yang perlu dipertimbangkan dengan seksama. Biaya implementasi dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dengan cermat.
Perbedaan Biaya Awal dan Total Cost of Ownership
Biaya awal implementasi CRM berbasis cloud umumnya lebih rendah dibandingkan dengan on-premise. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kebutuhan untuk membeli perangkat keras khusus, instalasi perangkat lunak, dan biaya pemeliharaan infrastruktur. Namun, dalam jangka panjang, total cost of ownership untuk CRM cloud mungkin lebih tinggi karena biaya langganan bulanan yang terus-menerus.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biaya Implementasi
Beberapa faktor yang memengaruhi biaya implementasi CRM antara lain:
- Skala bisnis dan jumlah pengguna yang akan menggunakan CRM
- Kompleksitas integrasi dengan sistem yang sudah ada
- Kustomisasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bisnis
- Biaya pelatihan pengguna
- Biaya dukungan teknis dan pemeliharaan sistem
Tabel Perbandingan Biaya
Berikut adalah tabel perbandingan biaya antara CRM berbasis cloud dan on-premise:
Aspek Biaya | CRM Cloud | CRM On-Premise |
---|---|---|
Biaya Awal | Rendah | Tinggi |
Total Cost of Ownership | Mungkin lebih tinggi dalam jangka panjang | Mungkin lebih rendah dalam jangka panjang |
Biaya Integrasi | Rendah | Tinggi |
Biaya Pemeliharaan | Rendah | Tinggi |